Facial di Dave Beauty Skin Care

Hi.. Hi.. Everybody.. Akhir-akhir ini gua lagi kepikiran pengen facial. Setelah mengecek dan mempertimbangkan dan menimbang secara teliti dan mencari informasi kemana-mana. Akhirnya, gue buka salah satu website yang berisi promosi dengan sistem pembelian voucher yang lumayan terkenal di Kota Medan. Setelah gue lihat semua promo facial yang ada di berbagai tempat Spa, Salon, Beauty Skin Care dan melalui pertimbangan yang panjang, akhirnya gue memilih ‘Dave Beauty Skin Care’ di Jalan Sekip no. A7/7.

Ada beberapa alasan gue milih disini. Bukan karena di endorse yaa.. Pertama, karena tempatnya dekat dengan kantor gue dan kebetulan gue ada rencana makan siang dengan teman kantor. Kedua, karena ada teman yang pernah merekomendasikan tempat itu, jadi gue penasaran dan pengen coba. Setelah voucher yang gue beli sampai dengan selamat ke inbox email gue. Sampai pada hari-H dimana gue akan menjalani facial. Pertama gue sampe tempatnya sepi banget. mungkin karena itu hari Jumat dan masi cukup pagi sekitar jam 9.45 WIB.

image

Hanya ada 1 orang facialist bernama Mbak Rumi yang sangat ramah dan baik. Menurut informasi dari Mbak Rumi, facialist disini ada 2 orang tetapi yang satunya lagi belum sampai. Tempatnya bersih dan merupakan rumah tinggal yang lantai 1 dan 2-nya di jadikan tempat usaha. Dilantai 1 terdapat restoran dan cafe dengan nama yang sama.

Setelah diminta menunggu persiapan sekitar 5menit, gue melakukan registrasi dan tanda tangan atas konfirmasi penggunaan yang gue print. Gue pun diminta ganti baju dan tiduran di atas ranjang facial.

image

Setelah itu proses facial pun dimulai. Facialnya sekitar 1 jam lebih sedikit. Mbaknya cukup ramah dan bersahabat. Dan yah awalnya masi terasa menyenangkan karena hanya di pijat dan cuci muka biasa. saat masuk ke pengambilaan komedo. Eaaa.. Gue mulai deg-degan. Kalau saat saya ke dokter facial yang pertama kali menurut saya cukup sakit. Disini sangat sakit hahaha.. Karena gue rasa kulit gue seperti di korek gitu. Memang gue banyak komedo yg seperti bulu halus gitu dan katanya lemak muka gue banyak. Setelah proses penyiksaan komedo selesai, gue di tanya apa mau tambah Proses Komputer. Proses Komputer katanya gunanya untuk mengencangkan kulit dan akan bagus hasil facial kita kalau di tambah proses ini. Tapi berhubung gue harus berhemat, akhirnya gue tolak tapi facialistnya tetap bersikap ramah dan sopan. Juga gak maksa kita untuk pake produk mereka. Facialist itu juga menawarkan untuk merapikan alis gue, FREE. Gue iya-in aja karena jujur gue ga pernah rapiin alis. Soalnya alis gue tebel dan gue ga tau cara cukur alis hahaha cewek macam apa yak daripada gagal dan merusak alis gue. Mending ga usah cukur-cukur ya kann… hahaha Setelah selesai akhirnya sampai ke proses maskeran. Sambil menunggu maskernya kering, gue dipijat sekitar 15-20 menit di bagian kaki dan tangan. Pijatannya pas, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembut. Setelah selesai maskeran, akhirnya muka gue dipakaikan cream wajah untuk melindungi. Mungkin karena gue ga cocok atau wajah gue kena debu, setelah 1 malam muncul jerawat di pipi gue.

Tapi overall pelayanan dan facialnya gue beri nilai 4 dari skala 1-5.
Pelayanan ramah, Tempat bersih, Gak membedakan yang beli secara promo ataupun yg pelanggan yang bayar full, Dipijatnya enak dan merilekskan.
Sekian dulu review dari gue. Thanks yang udah baca. Silahkan berikan Kritik dan Saran yang Membangun.

Kalau Jodoh Gak Kemana

Mungkin suatu hari gue akan tertawa melihat post ini. Tapi ini adalah hal yang sedang gue pikirkan sekarang. Orang selalu bilang, jodoh gak kemana. Sebenarnya kita sendiri ga tau apakah jodoh itu ada. Ada orang yang sekali lihat dan dia tau jodohnya siapa dan apa yang membuat mereka berjodoh. Tapi kenapa banyak juga orang yang sudah merasa berjodoh tapi ternyata akhirnya tidak menjalin hubungan.

Apa jodoh itu kita yang tentukan sendiri atau di tangan Tuhan? Pernah sekali kita sayang banget sama seseorang, tapi ternyata kita hanya di permainkan oleh seseorang itu. Hidup memang nggak seindah Cerita Dongeng. Dimana pangeran bertemu putri, mereka jatuh cinta lalu hidup bahagia selamanya. Tapi apakah sekali kita dipermainkan, kemudian cinta tidak akan pernah hadir dalam hidup kita? Ataukah memang kita harus dipermainkan oleh cinta dulu agar kita mendapat pengalaman sebelum menjalin sebuah hubungan cinta yang sesungguhnya?

Dulu gue pernah hampir menjalin hubungan serius dengan seseorang. Kedewasaan dan sikap baik dia ke gue dan keluarga gue buat gue makin kagum. Gue sayang sama dia dan dia juga perhatian dan baik ke gue. Tapi ternyata dia cuma seorang playboy. Sakit hati dan kesedihan gue, gue lampiaskan dengan meninggalkan kota di mana sahabat gue berada. Terkadang gue suka mikir, bukannya gue gagal move on. Tapi kenangan dengan dia, perlakuan dia dan perasaan yang gue rasakan ke dia, kadang bikin gue kangen sama dia. Tapi kalau sekarang dia datang dan kembali ke gue, gue menolak. Karena menurut gue, seseorang yang selingkuh dan tidak menyesal, tidak akan berubah dan akan mengulangi perbuatan dia lagi.

Gue jadi lebih berhati-hati dalam memilih orang yang deket sama gue. Tapi jaman sekarang gua suka heran sama orang yang selalu kepo jodohin orang. Kenapa coba harus kepo jodohin org? Apa gue sebagai Single Happy *menurut gue* harus di pusingkan dengan orang yang selalu menyuruh gue untuk cepat cari pacar dan menikah? Apakah salah kalau kita hanya manusia yang ingin menikmati hidup kita dan melakukan apa yang ingin kita lakukan dan bertemu dengan banyak orang dan menjalin pertemanan?

Saat gue denger lagu Afgan yang ‘Jodoh Pasti Bertemu’, gue suka membayangkan apa yang akan gue lakukan saat gue ketemu jodoh gue? Apakah gue akan meyadarinya? Apa dia akan menyadari gue jodoh dia? Apakah kisah cinta kita akan seperti Melodrama? Actiondrama? Apakah akan muncul getaran rasa cinta? Yang pasti cinta tidak sesimple berbicara. Cinta pada pandangan pertama tanpa dipupuk dengan kasih sayang dan pengertian tentu tidak akan bertahan lama. Cinta yang sudah terjalin bertahun-tahun saat kehilangan perhatian dan kasih sayang tentu hanya tinggal sebuah kebiasaan.