MEGA PROTEKSI DIRI yang tidak memproteksi saya.

Di hari sabtu pagi yang cerah tanggal 17 Juni 2017 jam 08.28 terjadi hal yang menegangkan dan mendebarkan, saya sedang tertidur pulas memimpikan pangeran berkuda putih menjemput saya terbangun karena ada telepon yang masuk dari +628118102268 yang mengaku bernama Vina (29 tahun) mengaku resmi dari Mega [Oke, ini ga sepenuhnya salah karena nama asuransinya PT. MEGA Insurance]. So, setelah percakapan yang berbelit-belit menawarkan saya 4 proteksi yang mulai berlaku dari jam 00.00 hari ini dan saya tidek perlu membayar karena sudah termasuk dalam tagihan kartu kredit saya.

Saya masi binggung dan bertanya kembali “Kalau saya ga mau bisa mbak?” [Ya, saya tahu pertanyaan bodoh tapi saya kan namanya masi kurang fokus kebangun bukan bangun sendiri T.T ].   

Dengan nada sedikit kesal mbaknya malah ulang menjelaskan program dia lagi.. Ya owoh bukan itu yang saya tanyakan mbak.. Pertanyaan saya tidak terjawab, saya tanya lagi sampe mbaknya kesal sepertinya karena saya bertanya ada 3 atau 4 kali dengan pertanyaan yang diulang seperti apakah saya harus membayar premi, apakah saya bisa menolak, apakah ini wajib saya ikuti sebagai pemegang kartu Kredit? Sampai saya binggung sendiri karena jawaban mbaknya yang berbelit-belit

Dan saya yang masih mengantuk berat berusaha fokus terhadap apa yang dijelaskan si Vina, rawat jalan di tanggung, bu oka pake maskara mata kena iritasi di tanggung, suster jatuh karena buru-buru pas kerja di tanggung, suster lagi masak terciprat minyak ke dokter kulit pribadi ditanggung [Ini suster apa coba, tangan terciprat minyak pas masak ke dokter kulit bukannya dirawat sendiri kan dia suster], so berkali-kali saya menolak, ragu dan tidak mengerti apakah ini benar produk dari Kartu Kredit Mega atau mengatasnamakan saja, dengan janji polis akan di kirim dan lain-lain. Dengan penjelasan yang berbelit-belit dan membinggungkan, jadi akhir cerita saya dengan BODOHnya mengikuti kata mbak itu dan menjawab setuju saat di buat pernyataan setuju membeli Program Mega Proteksi Diri dan bersedia membayar premi 120ribu.Jadi sebelum telepon ditutup saya tersadar untuk apa saya bayar asuransi lagi, dan saya terjebak dalam lingkaran Penjebakan Telemarketing.


Dalam keadaan panik dan kesal akhirnya saya telepon ke Mega Credit Card Officer(MCCO) di nomor 1500010 dan mbak dari MCCO menyatakan memang banyak program proteksi diri dari Bank Mega dan saat saya akan bilang mau menutup asuransi yang bahkan belum aktif dan baru saya iyakan (baru 10 menit yang lalu). Mbaknya bilang kira kira seperti ini “Penagihan asuransinya belum muncul di tagihan ibu, jadi tidak bisa kami bantu untuk penutupan polisnya. Harus tunggu tercetak dulu ditagihan ibu.”

“Kalau tercetak berarti harus saya bayar donk mbak yang 120rb pertama itu?”

“Benar ibu, tagihan yang pertama harus dibayar dulu, setelah itu nanti boleh telepon ke kami dan akan kami bantu pengajuan penutupannya.”

“Baik, makasih ya mbak”

Sekian.


Durasi telepon dengan telemarketing asuransi tadi sepanjang 47menit 51detik dan kebanyakkan saya tanya pertanyaan tadi membuat mbaknya kesal kali ya. Hanya 120.000 ribu, bukan nilai yang besar untuk saya karena gaji saya tentu diatas itu, tetapi yang saya kecewa adalah si Vina yang menunjukkan kekesalannya karena saya yang ngotot bertanya berkali-kali dan pertanyaan saya tetap tidak terjawab. Bukannya apa sebagai seorang telemarketing apalagi asuransi bukannya harus selalu sabar menghadap konsumen/nasabah. Tapi ya saya tidak mengerti dunia per-asuransian karena saya tidak pernah tertarik. Tapi dari semua asuransi saya paling tidak suka TELEMARKETING asuransi. Udah gangguin pagi-pagi bikin kesel lagi. Bukan masalah asuransinya, tapi masalah Telemarketing Vina yang saya anggap kurang baik dalam bekerja. Tapi ya saya anggap aja uang buang sial setelah tagihan datang akan saya ajukan penutupan.


SO, buat kalian kalian pengguna kartu kredit, hati-hati aja terhadap telemarketing asuransi apalagi yang resmi dan mengatas namakan Bank Kartu Kredit yang kita pakai. Kita doakan saja para telemarketing ini sehat selalu dan sejahtera. Sekian dari saya. Jika ada update terbaru akan saya tulis lagi mengenai penutupan polis MEGA PROTEKSI DIRI saya. Yang tidak memproteksi saya dari tipu muslihat telemarketing mereka.

Advertisements

Review AmarettoIce dan RoomIce Medan

Hari ini gue lagi gak ada kerjaan dan bosan jadi gue pengen nulis review tentang Ice Cream yang gue coba di Kompleks Asia Mega Mas, Medan. Okeyy, bagi yang bukan orang Medan (karena mayoritas orang Medan sudah pasti tahu MegaMas), Asia MegaMas itu sebuah kompleks di Medan yang di kanan kiri jalannya banyak stand berjualan berbagai jajanan, aksesories wanita, makanan, minuman, baju, celana, hewan peliharaan, mainan, aksesories handphone, dan banyak lagi. Disini kita bisa menemukan banyak stand dan warung makanan Chinese food, seafood, street food, snack, dessert, Korean food, sate padang, Junk food, Indian food, Taiwan street snack, Ayam penyet, bahkan disini juga ada KERAK TELOR JAKARTE. Pokoknya kalau laper dan gak tau mau makan apa, datang aja ke MegaMas dijamin binggung mau makan apa karena makanan yang beraneka ragam. Untuk ukuran harga makanan juga bervariasi mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 25.000 rupiah/porsi (bagi yang lagi bokek, sekedar info ada nasi, bihun dan mi goreng Rp 5.000 di jamin kenyang. Lokasinya di dekat rusun sebarisan dengan ITMI).

Sorry jadi ngelantur hehehe.. Yang mau gue review sekarang itu ICE CREAM *yaaaaayyy* Gue rasa gak bakal ada orang yang nolak Ice Cream. Manis, Dingin, Seger. Ice cream kali ini yang gue coba itu dari @roomice_id (silahkan kepoin instagramnya)

image
Dressed Cone Ice Cream RoomIce

Karena agak gelap dan lampunya warna orange jadilah begitu foto ice creamnya. Itu sebenarnya Ice Cream GreenTea. Ice creamnya enak dan tidak terlalu bau GreenTea dan komposisi manisnya pas juga porsinya lumayan banyak. Gue pernah coba Ice Cream ThatDots gue pilih 2 rasa (GreenTea dan Vanilla) dan jujur yang terasa di mulut gue hanya bau GreenTeanya jadi ya enak juga, tapi kalah kalau di bandingkan dengan Ice Cream dari RoomIce yang komposisinya pas. Dari skala 0 (Bad) sampai 5 (Perfect), Ice Cream dari RoomIce ini gue kasi nilai 4. Karena waktu itu gue makan berdua sama temen gue dan gue rasa kami makan sama banyak, jadi gue anggap porsinya cukup banyak. Harga sekitar 15 sampai 20ribu rupiah jujur ini gue lupa, jadi anggap aja segitu, maap kalau salah. Cuma agak susah makannya kalau ga cepat, karena eskrim meleleh dan gak bisa dijilat sampingnya karena ada Dressed Conenya. Jadi agak repot sedikit sih. Hehe..
Repurchase? Absolutely yes. *thumbs up*

Dan satu lagi Ice Cream yang mau gue review. Macaron Ice Cream dari @amarettoice.

image
Amaretto Macaron Ice Cream

Dari skala 0 (Bad) sampai 5 (Perfect), Ice Cream dari AmarettoIce ini gue kasi nilai 2. Alasan gue kasi nilai 2 karena, First ini eskrim susah banget dimakan. Ukurannya yang besar dan lebar membuat kita kesuliatan makan. Second, begitu gua makan macaron yang berwarna hijau seluruh mulut dan bibir gue ikutan jadi hijau kebiru-biruan. Gue sampai kebinggungan dan kerepotan menghapus pewarnanya, sialnya lagi gak bisa hilang warnanya. Gue yang gak pake lipstik malah keliatan kayak anak kecil yang gigit pulpen biru. Pertama dan terakhir kali makan itu deh. Rasa juga benar-benar standart dan ice creamnya biasa aja. Seperti hanya menjual kesuksesan Macarons yang lagi trend di Medan.
Repurchase? BIG NO!

Sorry AmarettoIce

Yah kembali lagi review ini hanya gue buat berdasarkan penilaian gue dan teman gue. Kalau kalian penasaran boleh di coba sendiri ice creamnya. Review hanya sekedar menambah pengetahuan dan memberi kritik dan saran. Kalau di terima Syukur, kalau di tolak Ya Sudah. Hehehe. Thankyou bagi yang udah baca. Ditunggu komen, kritik dan sarannya yaa…. XOXO

Facial di Dave Beauty Skin Care

Hi.. Hi.. Everybody.. Akhir-akhir ini gua lagi kepikiran pengen facial. Setelah mengecek dan mempertimbangkan dan menimbang secara teliti dan mencari informasi kemana-mana. Akhirnya, gue buka salah satu website yang berisi promosi dengan sistem pembelian voucher yang lumayan terkenal di Kota Medan. Setelah gue lihat semua promo facial yang ada di berbagai tempat Spa, Salon, Beauty Skin Care dan melalui pertimbangan yang panjang, akhirnya gue memilih ‘Dave Beauty Skin Care’ di Jalan Sekip no. A7/7.

Ada beberapa alasan gue milih disini. Bukan karena di endorse yaa.. Pertama, karena tempatnya dekat dengan kantor gue dan kebetulan gue ada rencana makan siang dengan teman kantor. Kedua, karena ada teman yang pernah merekomendasikan tempat itu, jadi gue penasaran dan pengen coba. Setelah voucher yang gue beli sampai dengan selamat ke inbox email gue. Sampai pada hari-H dimana gue akan menjalani facial. Pertama gue sampe tempatnya sepi banget. mungkin karena itu hari Jumat dan masi cukup pagi sekitar jam 9.45 WIB.

image

Hanya ada 1 orang facialist bernama Mbak Rumi yang sangat ramah dan baik. Menurut informasi dari Mbak Rumi, facialist disini ada 2 orang tetapi yang satunya lagi belum sampai. Tempatnya bersih dan merupakan rumah tinggal yang lantai 1 dan 2-nya di jadikan tempat usaha. Dilantai 1 terdapat restoran dan cafe dengan nama yang sama.

Setelah diminta menunggu persiapan sekitar 5menit, gue melakukan registrasi dan tanda tangan atas konfirmasi penggunaan yang gue print. Gue pun diminta ganti baju dan tiduran di atas ranjang facial.

image

Setelah itu proses facial pun dimulai. Facialnya sekitar 1 jam lebih sedikit. Mbaknya cukup ramah dan bersahabat. Dan yah awalnya masi terasa menyenangkan karena hanya di pijat dan cuci muka biasa. saat masuk ke pengambilaan komedo. Eaaa.. Gue mulai deg-degan. Kalau saat saya ke dokter facial yang pertama kali menurut saya cukup sakit. Disini sangat sakit hahaha.. Karena gue rasa kulit gue seperti di korek gitu. Memang gue banyak komedo yg seperti bulu halus gitu dan katanya lemak muka gue banyak. Setelah proses penyiksaan komedo selesai, gue di tanya apa mau tambah Proses Komputer. Proses Komputer katanya gunanya untuk mengencangkan kulit dan akan bagus hasil facial kita kalau di tambah proses ini. Tapi berhubung gue harus berhemat, akhirnya gue tolak tapi facialistnya tetap bersikap ramah dan sopan. Juga gak maksa kita untuk pake produk mereka. Facialist itu juga menawarkan untuk merapikan alis gue, FREE. Gue iya-in aja karena jujur gue ga pernah rapiin alis. Soalnya alis gue tebel dan gue ga tau cara cukur alis hahaha cewek macam apa yak daripada gagal dan merusak alis gue. Mending ga usah cukur-cukur ya kann… hahaha Setelah selesai akhirnya sampai ke proses maskeran. Sambil menunggu maskernya kering, gue dipijat sekitar 15-20 menit di bagian kaki dan tangan. Pijatannya pas, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembut. Setelah selesai maskeran, akhirnya muka gue dipakaikan cream wajah untuk melindungi. Mungkin karena gue ga cocok atau wajah gue kena debu, setelah 1 malam muncul jerawat di pipi gue.

Tapi overall pelayanan dan facialnya gue beri nilai 4 dari skala 1-5.
Pelayanan ramah, Tempat bersih, Gak membedakan yang beli secara promo ataupun yg pelanggan yang bayar full, Dipijatnya enak dan merilekskan.
Sekian dulu review dari gue. Thanks yang udah baca. Silahkan berikan Kritik dan Saran yang Membangun.

Kalau Jodoh Gak Kemana

Mungkin suatu hari gue akan tertawa melihat post ini. Tapi ini adalah hal yang sedang gue pikirkan sekarang. Orang selalu bilang, jodoh gak kemana. Sebenarnya kita sendiri ga tau apakah jodoh itu ada. Ada orang yang sekali lihat dan dia tau jodohnya siapa dan apa yang membuat mereka berjodoh. Tapi kenapa banyak juga orang yang sudah merasa berjodoh tapi ternyata akhirnya tidak menjalin hubungan.

Apa jodoh itu kita yang tentukan sendiri atau di tangan Tuhan? Pernah sekali kita sayang banget sama seseorang, tapi ternyata kita hanya di permainkan oleh seseorang itu. Hidup memang nggak seindah Cerita Dongeng. Dimana pangeran bertemu putri, mereka jatuh cinta lalu hidup bahagia selamanya. Tapi apakah sekali kita dipermainkan, kemudian cinta tidak akan pernah hadir dalam hidup kita? Ataukah memang kita harus dipermainkan oleh cinta dulu agar kita mendapat pengalaman sebelum menjalin sebuah hubungan cinta yang sesungguhnya?

Dulu gue pernah hampir menjalin hubungan serius dengan seseorang. Kedewasaan dan sikap baik dia ke gue dan keluarga gue buat gue makin kagum. Gue sayang sama dia dan dia juga perhatian dan baik ke gue. Tapi ternyata dia cuma seorang playboy. Sakit hati dan kesedihan gue, gue lampiaskan dengan meninggalkan kota di mana sahabat gue berada. Terkadang gue suka mikir, bukannya gue gagal move on. Tapi kenangan dengan dia, perlakuan dia dan perasaan yang gue rasakan ke dia, kadang bikin gue kangen sama dia. Tapi kalau sekarang dia datang dan kembali ke gue, gue menolak. Karena menurut gue, seseorang yang selingkuh dan tidak menyesal, tidak akan berubah dan akan mengulangi perbuatan dia lagi.

Gue jadi lebih berhati-hati dalam memilih orang yang deket sama gue. Tapi jaman sekarang gua suka heran sama orang yang selalu kepo jodohin orang. Kenapa coba harus kepo jodohin org? Apa gue sebagai Single Happy *menurut gue* harus di pusingkan dengan orang yang selalu menyuruh gue untuk cepat cari pacar dan menikah? Apakah salah kalau kita hanya manusia yang ingin menikmati hidup kita dan melakukan apa yang ingin kita lakukan dan bertemu dengan banyak orang dan menjalin pertemanan?

Saat gue denger lagu Afgan yang ‘Jodoh Pasti Bertemu’, gue suka membayangkan apa yang akan gue lakukan saat gue ketemu jodoh gue? Apakah gue akan meyadarinya? Apa dia akan menyadari gue jodoh dia? Apakah kisah cinta kita akan seperti Melodrama? Actiondrama? Apakah akan muncul getaran rasa cinta? Yang pasti cinta tidak sesimple berbicara. Cinta pada pandangan pertama tanpa dipupuk dengan kasih sayang dan pengertian tentu tidak akan bertahan lama. Cinta yang sudah terjalin bertahun-tahun saat kehilangan perhatian dan kasih sayang tentu hanya tinggal sebuah kebiasaan.

A story in Lauberte Waterfall

Saat ini gue sedang dalam perjalanan ke air terjun “Lauberte” di daerah Langkat, Sumatera Utara. Oke bagi yang heran kenapa gue sok gaul banget pake ‘loe-gue’, ini karena biar lebih akrab aja hehe *kenapa gue ngomongnya makin ngelantur ya*

Dalam catatan gak penting gue ini, gue pengen menuliskan hal yang penting *menurut gue*.

Pertama, gue berangkat bareng teman-teman perkumpulan yayasan amal yang gue ikutin. Di Indonesia, yayasan ini cukup dikenal publik dan memiliki stasiun TV khusus mengabarkan tentang kegiatan yayasan kami (mungkin akan gue bahas di post gue yang lainnya nanti). Kebetulan kami semua adalah muda-mudi yang berkegiatan di salah satu yayasan amal di Indonesia. Gue gak akrab sama teman-teman gue yang ini. Gue ikut karena katanya sudah di sisakan tempat sama teman gue. Karena gue juga lagi pengen jalan-jalan, akhirnya gue ikut aja.

Kedua, ternyata jalan yang harus kami tempuh untuk sampai ke Air Terjun ‘Lauberte’ tidak terlalu sulit karena gue orang yang bisa turun dengan mudah. Karena di dataran yang menurun, yang dibutuhkan cuma kekuatan kaki menurut gue. sedangkan pas naik, yang dibutuhkan kekuatan nafas *ini yang gue gak punya*. Setiap gue mendaki pasti gue uda kecapekan di setengah jalan. Dan jalan yang kami tempuh pertama dimulai dengan jalan kaki, setelah melewati jalan setapak, kami harus menyebrangi sungai yang diatasnya hanya diletakkan 3 batang besi dan 2 batang kayu. Karena jarak kayu yang tidak terlalu rapat dan tidak adanya tali pengaman, kami harus berjalan sambil melihat bawah dan hal itu cukup memicu adrenalin kami. Lalu kami juga harus menuruni tangga kayu yang berada dibagian samping jurang lalu menuruni jurang menggunakan tali dan menyebrangi sungai yang arusnya deras karena hanya berjarak sekitar 1km dari air terjun dan memanjat batu batu di sekitar sungai agar sampai di air terjun. Pertama kali sampai di air terjun, kita akan merasakan angin yang berhembus keras dan air yang memercik. Air di bawah air terjun sangat dingin dan menyegarkan. Di samping air terjun ada sebuah mata air dari pegunungan yang airnya dingin dan segar.

Ketiga, hujan saat mendaki benar- benar menyebalkan. Gue yang kesulitan mendaki, harus mendaki saat hujan dan tanah licin karena basah sangat menyebalkan, belum lagi saat harus menaiki tangga kayu yang hanya dipaku dan diikat tali. Rasanya seperti tangan dan kaki gemetaran karena sudah kehilangan kekuatan untuk memanjat, tapi tetap harus dipaksa berjalan karena langit mulai gelap dan hujan membuat kami mau tidak mau harus berjalan terus. Pengalaman yang tak terlupakan dan menyenangkan karena disana kita melihat kerjasama, kesetiakawanan, toleransi dan kesabaran. Tapi , gue malu juga merepotkan orang karena mereka nungguin gue pelan-pelan mendaki.

Keempat, hari itu gue juga merasakan banyak pengalaman pertama. Mulai dari pertama kali memanjat tebing dengan tali. Pertama kali menangkap 2 ekor lintah yang menghisap darah gue. Pertama kali menaiki tangga yang hanya berupa kayu yang di paku dan diikat dengan tali agar kuat. Pertama kali berjalan antara 2 batang besi di atas sungai. Pertama kali berjalan diatas bambu yang licin di samping jurang. Pertama kali merasakan sensasi melihat kebawah dari jurang ternyata sangat membuat pusing dan ngeri. Juga pertama merasakan air minum mineral alami dari hutan yang tanpa kimia. Pertama kali makan nasi bungkus sambil duduk di bebatuan di sungai (nasi bungkusnya enak, tapi gue juga ga tau belinya dimana). Pertama kali merasa lelah tapi tetap bersemangat untuk ikut berpetualang. Mungkin apa yang gue rasakan berbeda dengan apa yang orang lain rasakan. Tetapi gue tetap berharap setelah pulang dari sana, kami tetap dapat berkumpul dan bercanda seperti saat kami di sana. Okee, sekarang gue lagi di kantor. Kembali ke rutinitas semula bekerja dan kuliah sampai petualangan yang selanjutnya. Rutinitas yang menyenangkan dan menyebalkan sekaligus.

Halo dunia!

Karena ini adalah tulisan pertama saya. Saya masi benar-benar binggung apa yang harus saya tuliskan. Karena saya sering berpikir, bagaimana bila apa yang saya pikirkan di ketahui orang lain. Yah.. Saya sering membayangkan apa yang akan terjadi kalau semua manusia dapat membaca atau mendengar kata hati atau pikiran orang lain. Setiap saya menonton film yang memperlihatkan hal tersebut seperti Edward Cullen ‘Twilight’, saya berpikir hal itu cukup mengganggu dan membuat dunia sedikit damai. Mengganggu karena tidak ada lagi saat kita kebinggungan bagaimana menjaga perasaan orang lain. Karena semua akan terdengar. Juga membuat dunia sedikit damai karena semua orang akan berkata jujur dan saat mereka bohong akan ketahuan. Kenapa manusia sangat ingin mengetahui apa yang orang lain pikirkan? Itu masih menjadi pertanyaan yang saya pikirkan dan saya dalami. Mungkin karena itu saya memilih kuliah di Jurusan Psikologi. (mungkin akan saya ceritakan di blog selanjutnya😀)

Saat menulis blog ini saya menyadari saya hanya ingin berbagi, bahkan terhadap hal kecil yang tidak penting menurut orang lain. Karena menurut saya, sudut pandang orang lain sangat berbeda dengan sudut pandang saya. Saya juga penasaran bagaimana menulis blog dan membagikan apa yang saya lihat dan ketahui. Karena itu blog ini saya beri nama Thinking Out Loud Wiguna. Bagi kalian yang menyukai lagu-lagu Ed Sheeran dan menyadari blog saya memiliki nama yang sama dangan judulnya. Yap, memang saya sangat menyukai musik. Menurut saya, musik bukan hanya mengetahui apa yang kita dengar, tapi apa yang kita rasakan saat mendengar lagu tersebut. Tapi, saya benar-benar orang yang sangat mudah bosan. Seingat saya, saya hanya mendengar lagu favorit saya paling lama 2 minggu kemudian saya akan berhenti mendengarkan dan berganti dengan lagu lain. Hal itu cukup menjengkelkan bagi saya sendiri. 😁 Karena sering kali saya bosan setengah mati ketika tidak ada lagu baru yang saya sukai. Setelah ini saya berharap pemikiran saya yang tidak penting ini dapat dibaca dan tidak perlu dipahami terlalu mendalam. Karena kita juga tidak akan benar benar memahami apa yang orang lain pikirkan bukan?